Novel Terbaru 2017: Novel 11 Tahun Menunggu Datang Hanya Membawa Luka

Novel : Titip Luka  untuk hati ini, Apa aku salah jika aku mencintainya sejak puluhan tahun lalu, Apa aku berdosa seandanya  memiliki dalam satu  ikatan resmi. Entah itu terjadi yang pasti aku sudah berani mengungkapkan isi hati ini tentang dirinya yang ku cintai setelah 11 tahun berlalu rasa itu masih akan tetap sama meski ia sudah menjadi milik orang lain.

Aku memeluknya dan mencium kening saat disudut rumah, seminggu terakhir ini kami habiskan waktu bersama jalan berdua sekedar bercanda dan menghabiskan malam di Kota Palembang. Hidup terasa Indah bisa bersama mu sang puteri, kadang aku tidak mau melepaskan pelukan ku. Perlahan tapi pasti saat aku mulai melepaskan pelukan itu  yang aku takutkan adalah akan kehilangan untuk kedua  kali.

Tidak hanya jalan bersama kami menghabiskan banyak waktu tanpa disadari bahwa sebenarnya semua itu tidak sebaik yang dikira. Rencana Menikah beberapa waktu lalu seperti berubah menjadi bumerang, seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja. Seandanya dia kembali dari masa lalu 11 tahun lalu hanya untuk menggoreskan tinta luka di Hati. Aku akan ihklas menerima semuanya.



Hari-hari kami dihabiskan bersama tanpa disadari setiap waktu entah itu pagi, siang atau sore meski hanya sekedar BBM saja pasti terasa lebih Indah. Akhir-akhir ini nafas ku terasa sesak dan ingin muntah, tapi bukan karena aku hamil karena Gue adalah pejantan tangguh. Dia juga sedang pilek dan hidung mampet, kadang malam menjadi tidak bisa tidur bersama ditempat yang berbeda.

Merencanakan pernikahan memang tidak semuda yang dibicarakan tetapi semua bisa dilakukan dengan sebuah usaha serius yang anda lakukan. Apa yang menjadi kendala harus disiapkan dengan matang. Yang ditakutkan adalah gagal menikah tidak dipungkiri meski  aku  pernah melupakan dia pada masa lalu kini, mulai merasakan jatuh cinta lagi dan lagi pada orang yang sama.

Jika mengingat masa lalu terkadang hidup memang tidak bisa diprediksi, meski dia bukan cinta pertama ku, tetapi dia pertama yang ada di Hati ini saat kami berusia belasan tahun duduk dibangku SMP itu pertama kali aku merasakan, tetapi saat itu dia disukai banyak sekali laki-laki. Jangankan untuk mengungkapkan rasa, mendengarkan dia kentut saja aku sudah sangat bahagia.

Waktu berangsur pergi meninggalkan kami tanpa disadari tumbuh  menjadi besar selama itulah rasa ini terpendam tidak ada seorang tahu hanya aku dan Tuhan mengetahui tentang rasa itu. 11 tahun lamanya aku memendam rasa dan menyimpan sendiri tidak ada satu  orang yang tahu  bahwa aku pernah mencintai, tidak pernah bilang. Sulit bagi ku  untuk melupakansemua itu.


10 tahun lamanya tahun 2014 silam aku sudah bisa melupakan ikhlas menerima serta mendengarkan kabar bahwa dia akan menikah dengan pilihan hidupanya. Dari sana aku belajar Ikhlas untuk melupakannya, Aku selalu berdoa bahwa suatu  saat nanti bisa mengatakan tentang isi hati ini bahwa aku mencintai lebih dari sekedar teman biasa. Aku percaya bahwa cinta memang harus memiliki tetapi jika dia memang bukan milik ku tidak yang bisa ku perbuat untuk itu.

Setelah aku bisa melupakannya tepat tahun depan saat aku selesai kuliah dan mencapai target sesuai yang diharapkan, waktu yang dilakukan hanya untuk bekerja dan berusaha keras mencapai karir serta pendidikan. Disana cinta ini mulai datang dia yang sudah ku lupakan dulu. Sang Puteri yang kembali datang membawa harapan cinta baru. Perasangka bahwa dia sudah menikah ternyata itu hanya omong kosong.

Dia datang membawa segenggam cinta baru dan memberikan peluang untuk memiliki tanpa disadari kami menjalin hubungan dan "Doa bahwa aku hanya ingin mengungkapkan rasa yang terpendam selama 11 tahun" ternyata terjawab dan bisa dilaksanakan. Aku berfikir tidak akan menyia-nyiakan kesempatan meski sebenarnya  aku sudah melupakannya dan mengubur semua kenangan yang ada.

Aku mencoba  untuk meyakinkannya bahwa aku serius untuk menikahi sang puteri, tanggapan itu seolah dibalas dengan positif kami menjalin hubungan selama dua bulan lebih dan akan menikah tahun ini. Hidup ku terasa sangat bahagia bersamanya. Entah kenapa semakin mendekati rencana pernikahan kami ada banyak masalah yang dihadapi.

Sebelumnya kami sempat berlibur ke Palembang, dari sana aku banyak mengetahui permasalahan ternyata dia sudah memiliki Calon Suami sebelum aku  dekat dengannya rencana menikah pada bulan Delapan ini menjadi tanda bahwa mereka akan serius menikah. Padahal sebelumnya aku kami sudah memiliki rencana untuk menikah  pada sebelum bulan itu tidak disangaka bahwa aku hanya meminjam calon istri orang untuk jalan dan berfoto.

Entah apa yang ku rasa, bahagia ini terasa sangat sebentar saja berubah menjadi kecewa, hati ini tidak karuan nafas semakin sesak dan tidak bisa tidur. Jujur aku memang belum siap menikah tetapi jika yang menjak nikah adalah sang Puteri keraguan itu seketika menghilang. Tidak tahu  akan seperti ini, seperti itulah hidup aku menunggu dia jauh dan lama sekali 11 tahun hanya untuk menggungkapkan rasa yang pernah terpendam.

Hanya sebatas mengucapkan "I Love You" secara langsung karena selama ini aku takut untuk mengatakannya mungkin setelah ucapan itu Dia akan menikah, aku akan berjumpa dengannya tetapi bukan dipelaminan, menjadi undangan dihari yang indah itu. Bagiku sangat menyakitkan tetapi itulah kenyataan kadang kita harus memaksakan diri atau sekedar menghibur dengan kata-kata "Bahwa sebenarnya cinta kadang tidak harus memiliki" meski itu cuma omong kosong.

Aku percaya bahwa dia kembali bukan untuk sekedar menyakiti tetapi waktulah yang memaksa. Akan ku jadikan semangat untuk mencapai masa depan. Tetapi  jangan pernah disesali apa yang telah dipilih termasuk tidak memilih ku dan menikah dengan lain, saat nanti aku kembali jauh lebih sukses sekaligus janji ku untuk menghapus luka dengan cara sukses.

Aku senang bisa mengenalnya lebih dekat, bercanda, tertawa, bahagia,  memeluknya, dan mencium kening, walau hanya beberapa bulan saja dan tidak menjadi milik ku yang pasti aku sudah benari untuk mengungkapkan semua isi hati ini, minimal rasa itu tidak terpendam untuk selamanya setidaknya dia tahu bahwa  aku pernah mencintainya dengan tulus.

Doa ku semoga aku mendapatkan pengganti dari semua kekecewaan itu. Saat ini aku bahagia pernah memeluknya walau hanya sebentar saja. Tuhan apa pantas air mata ini menetes untuknya yang sudah bahagia apa aku boleh menangis meski aku seorang Pria. Aku tahu Engkau  tidak pernah salah dalam membuat keputusan, Terima kasih engkau telah memberikan rasa itu meski harus terluka berulang kali.

Tidak ada penyesalan yang pernah dilakukan, sekali lagi  aku bahagia bersamanya walau hanya sebentar saja. Aku harus fokus pada masa depan ku dan menemukan cinta lainnya. Cintah ini memang besar tetapi ketika Dia sudah memilih orang lain untuk bersama rasa itu akan segera hilang dan jika sulit aku akan berusaha keras untuk melupakannya, Untuk selamanya menjadi kenangan terindah dalm hidup.

Subscribe to receive free email updates: