Novel Terbaru 2017: Novel Cinta Sejati

Novelrw.Com - Novel Terbaru 2017: Novel Cinta Sejati -Hanya bisa melihat seseorang yang dikagumi dari kejauhan, menyentuhnya dalam bayangan, hayalan, mimpi saat ia menyapa ramah semua orang terasa begitu indah dan bahagia. Entah sudah berapa tahun lamanya aku belum bisa mengungkapkan semua kejujuran tentang perasan, cinta dan rasa dimana aku ingin memiliki meksi hanya sebentar saja.

Perkenalkan usia ku saat ini 22 tahun tepat tahun depan aku akan memasuki usia ke 23 dimana seperempat target hidup ku sudah dijalani, ada yang masih saja terasa kurang merasa sepi ditengah keramaian, padahal aku sudah mempunyai pacar. Kami sering menghabiskan waktu berasama, makan, nonton, jalan, belanja, atau bahkan hal kecil lainnya kami lakukan bersama dia.

Tetapi aku merasa semua itu terasa hambar seperti lidah yang telah tebal karena makan-makanan terlalu panas. Tidak ada rasa, Mungkin hati ku sudah terasa mati atau mungkin hati ku pergi mencari seseorang yang sangat diinginkan. Ya memang benar sejak beberapa tahun lalu aku pernah menyukai seorang gadis bukan gadis yang sekarang menjadi pacar ku. Tetapi pujaan hati yang dulu aku idolakan.

Novel Terbaru 2017: Novel Cinta Sejati

Gadis berambut panjang, kulit putih, berjalan seperti model, selalu ceria, tertawa, ramah kepada setiap orang, tapi sayang tidak hanya aku yang mencintainnya tetapi hampir semua orang yang pernah melihat dirinya tertarik kepada gadis itu. Aku juga akan sadar diri siapa sebenarnya aku sekarang tidak mungkin seberani orang lain yang mengatakan cinta.

Tidak sedikit juga teman atau kakak kelas ku dulu yang ditolah secara halus olehnya. Aku selalu menyimpan semua rahasia tentang perasaan ku padanya, bukan karena aku tidak berani mengungkapkan cinta ini, tetapi aku lebih sadar diri saja bahwa aku bukanlah laki-laki tipe dirinya. Aku juga takut saat aku mengungkapkan semua isi hati ini ia menolak ku.

Bukan karena kekecewaan itu, tetapi aku takut dia kecewa bahwa ada seorang sahabat yang mementingkan perasaan suka, padahal hubungan cinta hanya seumur jagung tetapi persabahatan akan abadi seumur hidup. Kami berteman baik sejak SD, SMP, bahkan SMA, ia selalu mengatakan bahwa membenci seorang teman yang telah menjadi sabahat hilang karena saling mencintai dan akhirnya putus.

Aku sadar kegalauan ini terus menghantui ku puluhan tahun lamanya tetapi waktu itu telah usai kini kami tumbuh menjadi seorang yang lebih dewasa, aku pun kuliah dikota berbeda dengan dirinya yang aku kagumi, ia bekerja dikota jauh dari tempat ku kuliah. Kami tidak pernah bertemu lagi selama bertahun-tahun bisa dibilang seusia seseorang kuliah sarjana.

4 Tahun lamanya setelah kami tumbuh dewasa dan melawatkan masa remaja bersama, tidak ada yang berubah aku tetap menjadi seorang lelaki yang pengecut tidak berani mengungkapkan semua perasaan ini padanya. Menyimpan lebih dari 15 tahun perasan indah itu dalam sebuah mimpi yang mungkin suatu saat nanti akan berubah menjadi kenyataan.

Meski kadang terasa tidak mungkin akan terjadi, aku tetap percaya bahwa ia ditakdirkan hidup bersama ku. Meski laki-laki diluar sana merasakan hal sama dan mengatakan hal sama saat melihatnya. Bagi ku tidak ada yang special darinya semua biasa penampilan, atau gayanya malah sangat sederhana.

Bagi ku hanya satu yang membuat ku jatuh cinta padanya yaitu "Senyuman Indah diraut wajahnya yang cantik tanpa make up". Begutu natural hari telah berlalu dan berganti dengan hari yang lain begitu juga waktu sudah mulai bergerak meninggalkan masa dimana aku mengidolakan sosok cantinya begitu luar biasa.

Tetapi saat ini kami tumbuh menjadi seseorang yang lebih dewasa dibandingkan sebelumnya menjadi sangat luar biasa menarik perhatian kini aku pun menjadi seseorang yang banyak diidolakan oleh orang lain pula, meski begitu perasaan ini tetap sama kepadanya mencintainya tanpa harus mengucapkan.

15 tahun lamanya waktu itu sudah pergi meski kami telah tumbuh menjadi orang yang lebih dewasa tetapi waktu yang memisahkan kami berdua, aku tidak bisa melihatnya lagi meski dari kejauhan diam-diam mengamati pergerakan sang Puteri (Sebutan untuknya) karena perpisah kota. Aku disini berpacaran dengan orang lain membagi kisah hidup ku dengan mereka.

Menghabiskan waktu sambil mencoba untuk melupakan dia, seperti itu juga aku melihat sang puteri berganti-ganti pasangan mencari kecocokan diluar sana. Pada akhirnya semua yang dicintai kalah dengan yang selalu punya waktu perlahan semua cinta ini pergi ingatan ku tentang dia tidak lagi muncul itu setelah aku akan segera lulus kuliah.

Meski dalam hati ini terus menyimpan semua rasa itu sejak puluhan tahun lama. Kadang aku berfikir untuk sekedar mengetakan semua perasaan ini kepada dia, bukan untuk memiliki tetapi setidaknya dia mengetahui perasaan ini kepadanya, sebelum ia dimiliki oleh orang lain untuk selamanya. Aku anggap ini bukan sebuah penderitaan tetapi kebahagian dan cara Tuhan memberikan kebahagian itu kepada ku.

Dengan mencintai dia tanpa harus mengatakan, melihat dia tanpa harus menyentu, memperhatikan dari kejauhan sambil tersenyum mengatakan betapa indahnya ciptaan Tuhan satu ini. Ini bukan sebuah hal yang lebay aku menulis semua itu dengan hati. Berharap suatu saat nanti sang puteri mengatakan mengetahui bahwa aku pernah mencintai dia bahkan sejak SD.

Tetapi semu mungkin hanya tinggal kenangan karena nampaknya aku mulai serius untuk menjalin hubungan dengan wanita lain. Aku berfikir lebih baik menghabiskan waktu dengan orang yang tepat sang mencintai satu sama lain dari pada menunggu orang yang belum tentu mencintai ku. Berangsung rencana pertunangan kami hampir digelar.

Rencana itu akan dilaksanakan tepat setahun setelah kelulusan kuliah ku, tetapi takdir berkata lain sebelum wanita yang ku cintai satu ini dipersunting ia telah pergi meninggalkan diri ku. Entah apa yang dipikirkan wanita itu mungkin aku tidak semapan yang dia harapkan. Ia lebih memilih laki-laki kaya diluar sana dan menikah.

Dalam hati kekecewaan ini terus terasa setelah kejadian itu aku benar-benar merasa trauma sekaligus memutuskan untuk tidak menjalin hubungan cinta dengan siapapun dan menekuni hobby ku menulis dan blogger. Satu tahun berlalu aku akhirnya mencapai target memiliki perusahaan sendiri diusia 23 tahun sambil ingin membuktikan bahwa sang gadis akan menyesal telah memilih pria lain.

Hal hasil memang benar Wanita itu Pacar ku dulu memang menyesal karena aku saat ini sudah lebih dari suaminya sekarang bahkan dia sempat mengatakan ingin balikan tetapi itu sudah terlambat janur kuning telah melengkung tidak ada kata kembali. Setalah berangsung membaik aku memutuskan untuk mencari Sang Puteri saat ini.

2 Bulan lamanya aku mencari dia sambil berusaha move on dari masa lalu yang ditinggalkan orang tercinta. Akhirnya aku menemukan kabar baik sang gadis dimana sekarang dia bekerja dan tinggal sayangnya semua itu sudah terlambat semua sudah berakhir karena dia sudah memutuskan menikah dengan orang lain.

Kadang aku berfikir apakah aku ditakdirkan tidak akan menemui gadis yang aku cintai padahal aku menemui Sang Puteri hanya untuk mengatakannya saja tanpa harus memiliki karir ku memang suda sukses tapi masalah percintaan ku selalu gagal dan gagal. Tetapi rasa kecewa itu tidak lama aku rasa beberapa bulan lamanya aku sudah melupakan semuanya.

Akhirnya aku memutuskan untuk menyimpan semua kenangan indah itu dalam sebuah tulisan diblogger menyimpan dan menceritakan kepada semua orang bahwa kegagalan cinta bukan akhir dari segalanya, menceritakan bahwa cerita indah yang pernah mencintai seseorang tanpa sempat mengatakan, menceritakan bahwa semua memang sudah berkahir.

Aku tidak pernah merasa sekecewa ini pada saat ditinggalkan calon tungan ku menikah, tetapi aku merasa sangat terpukul saat aku mengetahui bahwa sang puteri (Sapaan untuk gadis yang aku cintai sejak SD) telah menikah dengan laki-laki lain. Harus kah aku mengakhiri semua kehidupan ku saat ini, kadang semua terasa seperti itu.

Lagi-lagi keluarga seperti orang tua, sahabat dan orang terdekat ku memberikan support untuk ku terus mempertahankan hidup lebih dari satu tahun lamanya aku habiskan waktu hidupku hanya untuk menulis semua kisah dan perjalan hidup selama itu dari mulai mencitai seseorang tanpa berani mengungkapkan sampai ditinggal nikah, sampai calon tunangan menikah dengan orang lain.

Hal hasil satu tahun menulis 1000 artikel sudah tercipta dari karya ku. Cerpen yang aku tulis berisi kisah dan perjalanan hidup ku sempat viral di mendsos sejak itu aku menjadi terkenal dan lumayan dikenal banyak orang melalui online. Bahkan aku mendapatkan julukan si Pungguk untuk kisah yang telah aku tulis dari pembaca.

Tepat setalah hampir lebih satu tahun berlalu tetapi kenangan dan rasa kecewa ini masih terasa jelas meski blog itu sudah lumayan terkenal dan berpenghasilan, aku memutuskan untuk menutup dan mengapus semua kisah yang pernah aku tulis dikarnakan semakin banyak aku menulis akan terasa semakin berat ku untuk melupakan dia sang puteri.

Aku merasa sangat berdosa mengingat seseorang yang juga istri orang lain. Singkat cerita sejak kejadian itu sudah lebih dari 2 tahun lamanya aku tidak pernah lagi ingin tahu seperti apa hidup mereka yang telah menikah karena aku ingin move on. Tidak ada lagi yang kurang dari kehidupan ku selain pasangan hidup.

Kehidupan ku cukup mapan dengan penghasilan sekarang mungkin sudah cukup untuk menikah. Tetapi lagi-lagi semua itu menemui jalan buntu aku tidak lagi menemukan wanita tipe ku. Rasanya stok untuk wanita idaman sudah habis karena mereka sudah menikah semua. Disatu kesempatan ada undangan untuk reonian teman satu SMA ku dulu.

Kesempatan emas untuk mencari jodoh sekaligus mencari seseorang untuk sekedar pacaran. Aku gunakan kesempatan reonian itu untuk move on. Beberapa orang terlihat diacara itu mulai sahabat atau gebetan dulu sering kali aku ingin sekali menyampaikan rasa bersalah ku kepada mereka yang dulu pernah aku sakiti, tetapi semua itu sudah dilupakan sebelum aku mengatakan satu persatu mereka terlihat sangat berbeda.

Semua sudah cantik-cantik dan dewasa dulu yang kekanak-kanaan kini menjadi kebapak-bapaan, seperti itu juga yang wanita dulu kayak cabe-cabean sekarang kayak keibu-ibuan. Sungguh sudah lama waktu berlalu. Sampai pada akhir acara aku melihat seseorang yang mengingatkan ku pada luka lama.

Ya benar sekali Sang Puteri yang sekaligus teman SMA dan orang yang aku cintai selama satu dekade terkahir ini, tetapi lupakan karena dia sudah bahagia dengan Pria lain aku pun sempat menghampirinya dan menakaan seolah tidak ada apa-apa sambil bertegur sama dan sedikit bercerita mengenai kisah lama, serta basa-basi dalam dialog.

Aku: Hai Apa Kabarnya,
Sang Puteri : Baik Ras Kamu gimana.
Aku: Alhamdllh baik juga. Lo kok sendiri mana suami mu, udah punya momongan belum.
Sang Puteri: Ah kamu bisa aja (sambil mengalihakan omaongan lain) O ya kerja dimana sekarang.
Aku: Cuma wiraswasta buat usaha kecil-kecilan. Kamu tinggal dimana sekarang ikut suami atau dinisini ( Kampung Halaman).
Sang Puteri: Disini kok, udah ah nanti aja nongongin keluarga kita reonian dulu.
Aku : Wah kalo moment mengenang masa lalu kayaknya masa lalu saya SMA tidak pantas lagi dikenang karena mengungkit galau ku.
Sang Puteri: Hahaha kamu emang ngak berubah masih seneng bercanda ya, sekarang kamu udah dewasa kapan nyusul.
Aku : Hahah entalah kata-kata ditanya kapan kawin seperti itu aku merasa drop.
Sang Puteri : Kok drop kan sekarang kamu sudah serba cukup yang kurang tinggal pasangan hidup.
Aku : Iya nati deh doain aja, dateng ya kalo aku nikah.
Sang Puteri : Pasti kabari aja ya.
Aku : hehe o ya aku mau kesana dulu nemui temen lainnya.
Sang Puteri : Iya aku juga mau menui temen lainnya oke sampai ketemu lagi semoga sukses.
Aku : Iya kamu juga semoga cepet dapet memongan dan bahagia dengan suami mu sekarang.
Sang Puteri : (Hanya Tersenyum tanpa menjawab sepatah kata pun).


Kadang aku merasa bercakap seperti ini saja sudah mengobati rindu ku padanya puluhan tahun lalu, meski begitu aku juga tidak mau memilikirkannya terlalu dalam, segera aku melanjutkan untuk menemuai teman ku yang lainnya, dalam keramain mereka terus menggoda ku bahwa aku adalah Jomblo sejati dan mereka rupanya semua alumni sekolah ku sudah mengetahui bahwa aku pernah mencitai Sang Puteri.

Mereka (Teman-Teman) tidak berhenti menggoda ku "Cie yang CLBK" dengan santai aku menjawab "Ah kalian ini nanti saya didatangi suaminya" itu istri orang jangan dipake candaan udah ah aku kabur aja". Males mendengar ocehan mereka aku sempat menuju teman lainnya dan bertemu teman akrab sekaligus teman kerja Sang Puteri akhirnya aku pun bertegur sapa dengannya. Tidak beda dia juga mengatakan hal sama menggoda dan mengatakan hal gurauan tentang tulisan ku dulu.

Teman Sang Puteri : Hal Kakak apa kabar ?
Aku : Baik Dek, adek apa kabar.
Teman Sang Puteri : Baik Juga kak, lo kok sendiri kak mana pasangannya udah punya belum.
Aku : Ah mana ada yang mau dengan kakak mu ini dek.
Teman Sang Puteri : Hahahaha mantan Play Boy kena batunya.
Aku : hahah Kok bisa.
Teman Sang Puteri : Iya kakak sih sering nyakiti cewek, sekarang disakiti ditinggal my freen menikah padahan kakak suka banget kan sama dia.
Aku : Itu dulu dek sekarang udah beda.
Teman Sang Puteri : Sabar kak masih ada harapan kalo kakak mau.

Sebelum menjawab kata-kata itu sang puteri kembali menghampiri temannya yang sedang ngobrol dengan ku. kata dia e ketemu lagi, aku pun memutuskan untuk menjauh dari kejauhan mereka nampak berbicara panjang lebar sambil melihat ku. Rupanya teman Sang Puteri sudah mengetahui dan membaca blog ku dulu yang berisi semua curahan hati tentang sang puteri.

Tanpa terasa semua sudah berakhir dan waktu reoni usai kami memutuskan untuk pulang kerumah masing- masing, sebelum pulang aku sempat dimintai kontak BBM oleh teman sang puteri entah untuk apa aku pun tidak panjang lebar menanyakannya. Setelah kami pulang kerumah  ada sebuah pesan BBM ku kira itu teman sang puteri tanpa diduga itu adalah.

Isi Pesan BBM itu.

Sang Puteri: "Ping"
Aku: (Tidak dibalas)
Sang Puteri: "Ping" Seneng banget rasanya bisa ketemu lagi.
Aku: hehehe ngak baik Buk BBMan dengan laki-laki lain sementara anda sudah punya suamin. Nanti dikira saya merusak rumah tangga orang.
Sang Puteri: Suami, Kamu belum tahu ya.
Aku: Udah dong kamu kan udah punya suami.
Sang Puteri: Bukan itu, ya udahlah ngak sah dibahas aku benci mendengar kata-kata suami.
Aku: Loh kepana kamu itu harusnya bersyukur udah punya pasangan harus setia bukan seperti ini.
Sang Puteri: Andai kamu jadi aku pasti tahu betul dengan keadaan ku sekarang.
Aku: Anda kamu juga jadi aku kamu pasti tahu seperti apa penderitaan ku (Balik bertanya).
Sang Puteri: "Emote Sedih" 
Aku: Kenapa kok malah sedih.
Sang Puteri: Engak apa, makasih yang hari ini aku udah bisa lihat kamu lagi.
Aku: Emote Senyum.

Aku tidak mau memperpanjang obloralan itu, tetapi sebelum kami mengkahiri semua BBM itu ia sempat mengatakan bahwa teman akrabnya ingin menemui ku besok. Aku pun menyetujui untuk bertemu dengan Sang teman dekatnya. Malam itu menjadi malam yang penuh dengan pertanyaan mengapa setelah sekian lama aku melupakan dia, malam ini dia kembali lagi dikehidupan ku.

Apa mungkin dia ingin memamerkan kemeseraan dengan suaminya agar aku merasa sangat tersiksa, kadang aku berfikir apa salah ku sehingga dia setega itu tetapi aku tidak mau berburuk sangaka pada saat pagi tiba keesokan harinya aku berkunjung dan memenui teman dekatnya disela-sela waktu pagi itu kami janjian dirumahnya teman sanga puteri entah apa maksud dan tujuannnya.

Teman Sang Puteri: Masuk kak.
Aku: Aku aja belum ngucapin salam "Asalamualaikum"
Teman Sang puteri: Walaikumslaam hahaha.
Aku: Kok ketawa dek, 
Teman Sang Puteri : engak sangking bersemangatkanya aku jadi buru-buru nyuruh kakak masuk.
Aku : Ada apa dek.
Teman Sang Puteri: Engak ada pesan yang harus aku sampain ke kakak tapi sebelumnya kakak mau minum apa.
Aku : Air Putih Anget aja dek, kalo ngak keberatan tambahin gula biar agak manis.
Teman Sang Puteri : Ah kakak becanda melulu.
Aku : Nyengir, ada apa sih dek, sekalian kakak mau bilang kalo kakak merasa sangat terganggu karena sang puteri sering BBM, adek tahu sendiri kan dia udah punya suami.
Teman Sang Puteri : (Sambil Menghidangkan Teh) Itulah yang ingin aku sampein kak sebenarnya dia (Sang Puteri) pengen minta maaf ke kakak.
Aku : Loh apa masalahnya kok minta maaf.
Teman Sang Puteri : Iya dia merasa bersalah padahal kak sebelum dia menikah, dia sempat cari-cari kakak tapi dak ketemu bahkan sempat kekampus kakak.
Aku: Kenapa mau ngundang ya.
Teman Sang Puteri: Bukan kak, dia cari kakak karena dia sudah baca tulisan kakak di blog.
Aku : ooo begitu ya dek, tapi sayangnya semua sudah terlambat.
Teman Sang Puteri : Padahal kak kalau dulu kakak ketemu dia mungkin dia tidak akan menikah dengan suaminya sekarang.
Aku: Ah sudahlah mending kakak PDKT Sama adek hehehe (sambil senyum) 
Teman Sang Puteri : Serius kak, sebenarnya . . . . .
Aku : Jangan buat penasaran dek.
Teman Sang Puteri : Sebenarnya dia menikah hanya untuk disakiti oleh suaminya sekang, tahukah kakak kenapa ternyata suaminya sekarang sudah punya anak dan Istri.
Aku : Syukur deh biar dia tahu rasanya sakit.
Teman Sang Puteri : Jangan begitu kakak, adek tahu kakak marah dan kesal karena semua itu kan, tapi kenyataannya berbeda. setelah menikah 7 bulan dia mengetahui bahwa suaminya sudah punya Istri dan anak bahkan Suaminya sering kasar kepadanya. Sejak itu pada akhirnya dia ditinggalkan suaminya.
Aku: Bagus dong, jangan adek pikir kakak sekarang mau nerima bekasan orang ya, kakak bisa mencari Wanita lebih dari dia sekarang.
Teman Sang Puteri : Iya kakak adek tahu bahkan adek sekarang aja kalo kakak menyatakan cinta dengan adek pasti mau, wanita mana yang tidak mau mendapatkan suami baik seperti kakak.
Aku: Jadi adek cuma mau menyempaikan hal itu, kakak kira sudah cukup kakak permisi untuk pulang.
Teman Sang Puteri : Pesan darinya hanya ingin meminta maaf ke kakak langsung tapi dia tidak berani.
Aku : Sampaikan maafnya sudah diterima.
Teman Sang Puteri : Makasih kak, semoga kakak mendapatkan yang terbaik.
Aku : Terima kasih dek kakak permisi (Sambil Menghabiskan Teh yang telah dibuat)

Sejak percakapan itu aku merasa sangat marah dan merasa dipermainkan seorang gadis yang aku cintai akan kembali lagi setelah tidak utuh, dan bekasan orang meski meraka sudah bercerai secara resmi, sekarang aku tidak lagi menginginkannya dan bahkan aku bisa lebih mencari wanita lebih baik darinya.

Sesampainya dirumah aku merenung dan menangis mengapa semua ini terjadi pada ku, mengapa dia kembali lagi tetapi dia bukan yang dulu yang aku cintai, dia sekarang berbeda dengan yang dulu aku tidak ingin menerima dia lagi. Ia tidak lebih baik dari sampah bahkan lebih berharga sampah dibandingkannya. Aku marah kesal menangis, sedih, prihatin.

Tidak pernah ku bayangkan menjadikan Istri bekas orang lain meski orang itu sangat aku cintai dulu. Tetapi semua telah berubah tidak seperti dulu lagi. Semakin hari hati semakin merasa dan meledak-ledak entah apa yang ada dikepala ini, aku berniat untuk menemui sang puteri dan menumpahkan semua kemarahan ku. Pada satu kesempatan aku berkungung secara diam-diam kerumah sang puteri berniat menumpahkan semua kemaranah ini kepadanya.

Sesampainya dirumah sang puteri aku berfikir kepana aku harus marah kepadanya, dan ia tidak salah dan mungkin aku yang salah, aku pun tidak punya hal untuk memarahi, niat bulat untuk mengamuk akhirnya berubah menjadi sebuah penyesalan disana aku disambut dengan senyumnya meski hati kecil belum bisa menerima secara untuh dia yang sekarang. akhirnya kami berbicang-bincang. Ia menceritakan semua perjalanan hidupnya bahwa dia mencari ku jauh sebelum menikah tetapi tidak pernah ketemu.

Bahkan menikahnya dia bukan karena kemauan sepenuhnya dia dijebak disebuah hotel pantai, dia dikunci dalam ruangan disetting dan diperkosa oleh laki-laki yang dulu pernah menjadi pacarnya setelah menikah ternyata Sang Suami sudah punya anak dan Isteri, bahkan Isteri tua suaminya meminta dia untuk tidak merebut suami orang.

Akhirnya Sang Puteri dicampakan padahal meski sulit ia ingin sekali bertahan dengan rumah tangga yang tidak diinginkannya. Meski begitu semua tinggal menjadi sejarah pajit untuk ditelan, aku mendengarkan semua cerita perjalanannya sambil meneteskan air mata. Aku merasa betapa jahatnya orang itu jika dia tidak bisa menjaga orang yang aku cintai biarlah aku menjaganya.

Tetapi lagi-lagi konflik hati ini turus mendera aku tidak bisa terima dengan semua alasan yang ia buat dan belum tentu semua itu benar adanya. Aku mengabaikan dan lari dari masalah tidak ingin lagi mendengarkan semua cerita dan membiarkan waktu berlalu 2 bulan lamanya. Aku menghabiskan semua penyesalan ku selama itu. Aku berfikir andaikan aku dulu mengungkapkan semua isi hati ku kepadanya tanpa harus takut ditolak mungkin kejadiannya tidak seperti ini.

Antara Konflik hati tidak mau menerima dengan penyesalan, aku percaya Tuhan akan membantu ku melupakannya, karena dulu aku pernah lakukan hal itu sekarang tinggal melakukan hal sama. Tetapi hati berkata lain, semarah-marahnya aku, sekecewanya aku hati tidak bisa berbohong bahwa aku memang masih mencintainya, aku berfikir bahwa cinta bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan biologis saja, tetapi cinta memang harus memiliki. Pada satu kesempatan kami chat melalui BBM setelah beberapa bulan lamanya sejak kejadian itu.

Sang Puteri : "Ping"
Aku : Iya.
Sang Puteri : Apa kabarnya ras (nama kecil ku)
Aku : Baik Put.
Sang Puteri : Udah lama ya kita ngak ketemu lagi.
Aku : Iya sejak reoni dan cerita masa lalu mu.
Sang Puteri : Maaf.
Aku : Tidak, kamu ngak salah aku yang salah karna betapa begoknya aku dulu.
Sang Puteri : Maaf, Maaf, Maaf, Maaf.
Aku : Aku (Batre Drop)

Pada saat ingin mengirim pesan berikutnya hp ku pun drop setelah dicas, aku membaca beberapa BBM yang sudah dia kirim kembali, segera aku memabaca semua pesan yang telah dikirim tertunda akibat batre low.

Sang Puteri : Oh ya, Kamu Pernah Nulis Novel Online ya Tentang kisah hidup mu.
Aku : Iya ( Emote Malu)
Sang Puteri : Bagus banget aku suka, kenapa webnya kamu hapus.
Aku : Supaya bisa Move On.
Sang Puteri : Ris Sebenarnya sejak kita SMA dulu aku juga cinta kamu.
Aku : Kalo kamu udah baca tulisan novel aku pasti kamu tahu jawabannya.
Sang Puteri : (Emote Sedih).
Aku : Masih Sama aku tidak berubah masih sama seperti dulu.
Sang Puteri : (Emote Sedih). Besok aku pengen ketemu kamu.
Aku : Oke kita janjian di sekolah SMA dulu ya.
Sang Puteri : Oke.
Aku : Udahan dulu BBMnya udah malem sampai ketemu besok.
Sang Puteri : Iya Aku Sayang Kamu.
Aku : (Emonte Senyum)

Malam itu semua terasa sangat luar biasa, aku tidak pernah mempermasalahkan semua kisah kejadian masa lalunya lagi yang aku inginkan mengungkapkan semua rasa hati yang terpendam secara langsung meski pada akhirnya aku tidak pernah bisa mengatakan duluan karena dia sudah lebih dulu mengatakannya. Singkat cerita hari pun berganti akhirnya besok kami bertemu. Tidak banyak yang aku katakan ia langsung memeluk ku dan menangis sambil mengatakan "Aku lelah menunggu mu mengatakan cinta pada ku hingga hari ini tiba aku tidak ingin lagi kehilangan mu" (Kata Sang Puteri).

Aku pun demikian mengatakan hal sama tetapi belum juga keluar kata "I Love You" yang aku siapkan dari SD, SMP, SMA, S1, dan Bekerja hingga sekarang. Tetapi itu tidak pernah aku permasalahkan bagi ku semua itu tidak lebih berharga dari perasaan. 1 Bulan Pacaran kami akhirnya Tunangan, meski begitu masalah yang kami hadapi belum selesai.

Setelah ia resmi bercerai dan masa idah berlajan ternyata secara diam-diam orang tuanya menjodohkannya dengan seorang anggota Polisi aku tidak pernah tahu sampai pada waktu lamaran perjodohan akan dimulai barulah semua itu terbongkar. Rasa sakit ini kembali muncul seolah aku hanya dipermaikan oleh wanita jalang.

Aku tidak terima dan memutuskan untuk pergi merantau meninggalkannya ke Kota Bandung, sampai satu hari sebelum keberangkatan ku kekota bandung pada hari yang sama seserahan pernikahan dia yang dijodohkan akan dimulai. Segera aku mengemasi barang untuk pergi esok harinya tepat pada penyelenggarakan seserahan perjodohan sang puteri dia pagi sudah berada di Depan Rumah ku.

Ternyata ia ingin pergi bersama ku dan hanya akan menikah lagi dengan ku, selain aku ia tidak akan menikah. Niat merantau akhirnya jadi ajang larian kami, kami memutuskan untuk kawin lari. Sampai semua disetujui barulah kembali. Kabar kami kabur dari rumah memang tidak sampai ke tunangan sang puteri hal hasil jadwal seserahan diundur, dan kami akan dinikahkan jika kembali.

Memang benar setelah kembali kami akan dinikahkan tetapi orang tua ku tidak setuju merasa dipermainkan setelah semua dibicarakan akhirnya sang puteri harus memilih antara membatalkan seserahana pernihakan secara langsung dan meneruskan hubungan kami ke jenjang lebih serius meski keluarga tidak setuju.

Akhirnya Sang Puteri memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan dan memberikan alasan tepan kepada calon perjodohan bahwa dia belum siap dinikahi oleh orang tersebut dan akhirnya kami mengikuti perjalanan yang lebih serius lagi. Menikah Permasalahan tentang masa lalu setelah menikah kadang menjadi ribut besar tidak jarang kami meributkan hal tersebut karena aku belum sepenuhnya ikhlas akan masa lalunya.

Tetapi jika aku ingit semau perjuangan ku mendapatkan cinta sang Puteri semua tidak ada apa-apanya. I Love You kata itu yang tidak pernah berani aku ucapkan sampai penantian itu lebih dari 15 tahun lamanya padahal Sang Puteri Menunggu kata-kata yang sama keluar dari mulut ku semua ketakutan dan merasa tidak pantas menjadi sebuah alasan. Aku percaya semua pasti ada hikmahnya sekarang aku bisa mengatakan kata I Love You setiap bangun tidur dan ingin tidur bahkan setiap saat.

Kadang Sang Puteri menanyakan mengapa aku selalu mengatakan kata itu berulang setiap harinya. Dengan lembut aku katakan bahwa kata I Love You belum sempat aku ucapkan sudah lama dan aku tidak memiliki kesempatan untuk mengatakanannya sejak 15 tahun lalu sekarang aku ingin mengatakan kata yang paling sulit dulu aku katakan kepada orang yang aku cintai sekarang.

Begitu panjang perjuangan mencari cinta, Dulu dia yang hanya bisa aku lihat dari kejauhan kini aku bisa memeluknya setiap saat, dulu hanya bisa melihat senyumnya saja sekarang aku bisa mencium bibir senyum indah itu. Meski dia yang sekarang bukan seperti dia yang dulu aku cintai, dia yang sekarang berbalik mencintai ku, dulu dia yang aku idolakan sekarang berbalik mengidolakan ku.

Mungkin sampai kapan pun aku tidak akan bisa melupakan masa lalu, semua kekecewaan, penantian, bahkan dia bukan wanita yang sempurna, meski dia tidak bisa memberikan yang terbaik, percayalah aku tidak akan bisa melupakan semua itu. Satu hal yang perlu diingat mengapa dia selalu aku perjuangkan meski begitu satu kata "Karna Aku merasa Bahagia saat dekat dan bersama dia" Semua itu tidak artinya ketika kebersamaan datang. Entah itu yang disebut cinta sejati atau mungkin bukan karena kehidupan dan ceritaku belum habis sampai disini dan terus berlajan. Aku ingin seperti ini hingga tua dan menghembuskan nafas terakhir bersama.

Subscribe to receive free email updates: