Novel Online 2017: Novel Kembali Ke Masa Lalu dan Memperbaikinya

Novelrw.com - Novel Online 2017: Novel Kembali Ke Masa Lalu dan Memperbaikinya - Akhir-akhir ini aku sering merasa ada yang beda dari ku, entah kenapa rasanya hati ini tidak tenang padalah aku merasa semuanya baik-baik saja. Mau melakukan apapun kegiatanya pasti terasa sangat malas pada akhirnya hanya berbaring tidur berjam-jam di kamar, perlahan waktu berganti dengan cepat tidak terasa kadang hari ini berakhir dengan sia-sia tanpa melakukan kegiatan apa-apa.

Sebagai penulis ada beberapa tugas dari penerbet yang harus diselesaikan namun saat berhadapan dengan laptop semua blak, seolah dilema tanpa sebab, galau tanpa patah hati, menangis bukan kerna sedih, tertawa bukan karena bahagia, tidur bukan karena mengantuk, lelah bukan karena sibuk bekejer. Semua terasa hampa tapi bukan karena kekosongan hati.

Novel Online 2017: Novel Kembali Ke Masa Lalu dan Memperbaikinya


Disatu sisi aku merasa bahwa hidup ini bukan hanya berfikir tetapi bagaimana kita merealisasikan mimpi itu dengan segera, apakah semua itu yang disebut dengan depresi. Entahlah setelah sekian lama akhirnya aku kembali menulis lagi dalam suasana hati dan mood yang kurang baik. Itulah keuntungan dari seorang penulis mereka bisa mencurahkan semua kegelisahan hatinya, sembari menyelesaikan hutang tulisan yang lama tidak aku kerjakan.

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dari jam ke jam berikutnya kemudian berganti hari, mungkin tidak lama lagi akan berganti tahun, padahal kita merasa bahwa tahun ini baru saja dimulai. Apakah anda memiliki kegelisahan hati yang sama, jika memang iya berarti kita sama-sama banyak melakukan hal yang tidak berguna, menghabiskan dengan waktu tidak penting, seperti berfokus pada hobby yang tidak bisa menjamin masa depan.

Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa bahwa semua terasa sangat berbeda, aku mulai kehilangan semangat berkerja dan lebih banyak memilih bermalas-malasan dirumah saja, padahal ada 2 orang yang menggantungkan hidupnya dengan ku. Kini aku tidak sendiri lagi karena ada Istri dan Anak yang harus aku nafkahi tidak seperti dulu hidup sendiri mau ngapain aja bebas.

Meski semua sudah berbeda namun ada hal yang malah bukan semakin meningkat tetapi semakin menurut seperti semangat kerja ku yang semakin drop jika dulu aku bisa menghabiskan sepanjang waktu untuk bekerja dengan semangat luar biasa dan hasil yang diatas target, namun berbeda dengan saat ini bekerja alakadarnya penghasilan hanya cukup saja dan semangat semakin menurun.

Aku jadi merasa berdosa dengan anak dan Istri ku, karena Pahlawan Kebanggan mereka tidak lagi sehebat dulu. Perubahan ini terjadi dimulai dari 2 tahun lalu dimana aku pernah mengajari seseorang untuk bekerja sama seperti profesiku sekarang. Dia adalah teman lama yang menginginkan belajar sama seperti ku menjadi seorang penulis.

Tekad kuatnya membuat ku mengajari semua yang aku bisa dengan tujuan agar iya bisa sukses lebih dari aku sekarang. Semua sudah dilakukan dengan cermat, bahkan aku memberikan teknik rahasia yang tidak pernah aku berikan kepada orang lain. Hal hasil 1 tahun belajar apa yang aku berikan semua sudah sesuai dengan harapan. Apa yang aku targetkan menjadi kenyataan. Bahkan sekarang ia berlipat-lipat kali lebih sukses dari aku.

Sementara akibat kesamaan teknik dan cara ternyata penerbit lebih menyukai yang populer, dengan kata lain dia (Orang Yang Aku Ajari) menerapkan ilmu yang sama dengan ku (Meniru 100%) kemudian setelah itu iya menjadi lebih sukses dari (Aku Si Penemu/Original) kemudian jika di analogikan peringkat 1-10 maka aku yang menemukan cara sukses itu berada di peringkat 4 (Empat) sementara dia yang aku ajari berada di posisi 1 (satu).

Hal hasil mereka yang berminat menerbitkan dengan produk sama seperti contoh Novel Cinta maka Penerbit akan lebih memilih mereka yang berada di Posisi peringkat pertama dibandingkan peringkat yang sama dengan katagori Novel yang sama, lebih kurang seperti analoginya. Jika sebelumnya aku bisa dengan santai bekerja tanpa ada saingan, namun sekarang aku harus menghadapi teknik ku sendiri.

Perlahan aku terus mengamati dia tanpa disadari aku mulai meniru cara ku sendiri dari dia. Aku merasa bahwa semua yang sudah aku lakukan menjadi lubang mengubur karir ku sendiri. Sementara aku menemukan teknik itu perlu perjuangan 4 tahun penelitian, jika aku harus melakukan Inovasi dan mencari teknik lain maka akan memakan waktu sangat lama resikonya adalah kehilangan penghasilan.

Sementara kondisiku tidak seperti saat dulu lagi 4 tahun melakukan riset tanpa penghasilan tidak jadi masalah karena masih sendiri sementara sekarang ada tanggungan yang harus aku nafkahi Anak dan Istri. Mungkin kalian tidak akan begitu mengerti dengan analogi yang saya berikan, lebih sederhananya adalah musisi yang memberikan lagu ciptaannya pada orang lain sebelum dipublikasi olehnya.

Kemudian orang yang diberikan lagu tersebut mempublikasikan karya itu kemudian setelah buming yang dikenal bukan nama anda tetapi nama yang mempublikasikan, seperti itulah lebih kurang. Aku merasa bahawa tindakan itu membuat blunder sendiri dalam kehidupan ku, kini aku harus berhadapan dengan teknik ku sendiri, padahal seperti yang aku ketahui bahwa teknik itu hampir tidak memiliki kelemahan.

Untuk bersaing aku akan sangat kesulitan. Jika kalian berada di Posisiku apa kira-kira yang akan kalian perbuat agar kehidupa ku menjadi seperti dulu lagi. Sekarang aku belajar meniru dari si peniru. Aku kehilangan jati diri sebagai Penemu dan kehilangan hampir semua semangat yang aku punya menempatkan kehidupan ku kembali pada titik 0 lagi. Jika dulu aku bangga dengan didikan ku.

Sekarang semua sudah berubah perlahan aku mulai iri dan menyesal dengan semua tindakan yang pernah aku lakukan seadanyai dulu aku tidak mengajari dia mungkin kehidupan ku tidak seperti sekarang. Entah kenapa aku tidak bisa terima dengan semua ini. Kadang Aku ingin mejadi seperti dulu lagi. Sedikit bercerita kebelakang bahwa aku dulu seorang remaja yang tumbuh dengan penuh rasa canda, dan selalu termotivasi untuk melakukan sesuatu.

Jika dilihat dari semuanya padahal sekarang jauh lebih baik, aku hidup dimana serba berkecukupan sementara dulu serba kekurangan. Apakah kehidupan yang serba kurang itu menjadikan ku lebih bisa menerima, karena dia bukan orang pertama yang aku didik dan kemudian sukses banyak sekali orang dilaur sana yang sama itu bukan kali pertama dalam hidup ku.

Dulu jika aku mendidik seseorang kemudian dia sukses lebih dari aku, aku sangat bahagia. Sementara sekarang jika orang yang aku didik berhasil melebihi ku maka yang aku rasa menyesal. Jika dulu aku memiliki pendapat bahwa Rejeki tidak akan tertukar, namun sekarang rejeki ku seret karena orang yang sudah aku ajarkan merebut semua rejeki ku.

Dulu dengan sangat mudah aku bisa mengiklaskan semua permsalahan baik yang merugikan ku atau sejenisnya. Namun sekarang aku menjadi orang pendendam. Kadang aku merindukan yang dulu sikap ku, semua hal baik atas semua sikap yang aku lakukan. Apakah saat ini Tuhan sedang memberikan ujian yang sama agar aku ingat bahwa sikapku sudah berubah dengan memberikan beberapa kesulitan ekonomi, sama seperti saat aku dulu lagi.

Jika boleh aku memilih "Aku tidak ingin menjadi pribadi yang sekarang dan aku sangat merindukan yang dulu, namun untuk menjadi seperti dulu rasanya kok tidak bisa beberapa kali aku coba untuk mencoba berubah tetapi bayang-bayang itu selalu teringiang-ngiang dalam benak dan pikiran ku. Berbulan-bulan aku mencoba untuk memahami semua ini dimana salahnya aku.

Mengapa orang yang aku ajari sekarang jauh lebih sukses dari ku apa benar seperti kata orang bijak bahwa " Murid akan selalu lebih dari Guru".  Berbulan-bulan semua aku berfikir sampai pada akhirnya aku menemukan jawaban atas semua itu, pertama si peniru yang lebih sukses wajar karena ia memiliki banyak waktu untuk menjadi peniru yang baik, kemudian tidak melakukan kesalahan yang sama dari si Penemu karena ia tau apa resiko yang akan dihadapi jika melakukan kesalahan yang sama.

Kemudian konsep yang belum sempat diterapkan oleh saya karena saya sudah kehabisan waktu dan tenaga, sementara peniru punya banyak waktu dan tenaga untuk penerapkan konsep itu, jadi wajar saja bila si peniru lebih sukses dari pada aku yang menemukan. Namun aku ingin mempertegaskan lagi hati ini dan aku sangat mempercayai bahwa "Emas akan Tetap menjadi Emas meski ia berada di dalam lumpur.

Sementara Imitasi tidak akan bisa menjadi sama seperti asli pada waktunya imitasi akan tetap memudar dan menujukan jati dirinya sebagai Imitasi. Aku yakin dengan kemampuan yang aku miliki sekarang aku akan menemukan Out The Box lagi, sekarang aku sudah memiliki kemampuan yang lebih baik dari dulu baik dari segi Ilmu, Pengalaman, ataupun strategi.

Yang aku butuhkan sekarang adalah meyakinkan diri ku bahwa semua kesalahan yang terjadi bukan karena orang lain melainkan diri ku sendiri, jika aku berfikir dan bertindak lebih dari Si Peniru sudah pasti aku lebih sukses berkali-kali lipat dari dia. Jika orang yang meniru cara ku sukses saja bisa menjadi sangat luar biasa apalagi aku yang merealisasikan semuanya sendiri.

Terkadang aku ingin kembali ke masa lalu, jika suatu saat aku diberikan kesempatan atau ada satu doa yang bisa membuat ku kembali ke masa lalu atau satu doa yang pasti dikabulkan sudah pasti aku akan mencoba untuk memperbaiki semua kesalahan yang tidak akan terjadi pada masa sekarang. Seadanya aku diberikan satu doa Yang Pasti Dikabulkan oleh Tuhan aku akan meminta untuk kembali ke masa lalu.

Kemudian aku akan berada disana dan mencoba untuk meminta kepada Tuhan agar aku Bisa "Mengiklaskan" Semua hal termasuk atas kondisi ku saat ini. Aku hanya akan meminta agar aku bisa mengiklaskan semua kasus yang sedang aku hadapi saat ini. Aku tidak akan meminata lain meski aku bisa kembali ke masa lalu karena bagi tidak akan pernah rugi berbuat baik, yang paling dibutuhkan saat ini adalah agar bisa mengiklaskan semua itu.

Sikap ku sudah benar namun yang belum benar adalah cara ku bersikap. Mungkin jika aku mengiklaskan semua yang sudah dilakukan akan bernilai pahala bagi kehidupan ku dan tidak akan mengurangi semangat ataupu penghasilan. Meski aku bisa kembali aku akan tetap menjadi seperti sekang karena Masa lalu tetapkan akan menjadi sekarang, waktu sekarang dimana saya berdiri adalah kumpulan masa lalu terbaik yang pernah dilalui dan menjadikan ku sekarang.

Belajar Ikhlas adalah beban berat yang akan diterima bagi siapa saja yang sedang mencobanya, Ikhlas tidak segampang kita menulisnya di Medses, Mungkin saya tidak bisa bisa kembali ke masa lalu namun tulisan ini menjadi sebuah kata yang akan didengar oleh Tuhan agar bisa memberikan Memberikan Satu Doa yang Pasti dikabulkan suatu saat nanti. Berjalan kemasa lalu hanya bisa dilakukan dengan melihat kembali kenang-kenangan yang masih tersipan.

Aku ingin menuliskan semua kisah ku sekarang agar menjadi kenang-kenangan yang bisa membuatku kembali ke Masa Lalu, selebihnya tidak mungkin terjadi, Tuhan ku Membenci orang yang suka "Berandai-Andai" namun setiap manusia pasti memiliki harapan dan penyesalan yang tidak bisa dipisahkan. 

Satu perminataan yang akan mengubah hidup seseorang bukan kembali ke masa lalu dan mencoba memperbaikinya, hanya ada satu kali meski kita memperbaikinya kedepan pasti akan melakukan kesalahan yang tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi. Saya kira Untuk Satu Doa Yang Pasti Dikabulkan lebih cocok untuk meminta agar Aku bisa diberikan ke ihklasan Masa Lalu lalu yang sudah terjadi dan Ihklas menjalani Masa Depan yang akan dilalui.

Doa Kita sudah pasti akan dikabulkan tidak hanya sekali bahkan hampir setiap doa terkabulkan namun ada yang langsung dan ada yang tidak itu sering tidak disadari. Namun dari setiap hidup kita sudah pasti ada satu hal yang paling berarti dan kita selalu berdoa untuk doa itu dikabulkan. Kalau Kalian Apa yang akan dilakukan Jika ada satu doa yang Pasti Dikabulkan untuk mewujudkan 1 impian paling berarti dalam hidup anda, ataupun memperbaiki kesalahan terbesar yang sudah dilakukan tulis komentar. Terima Kasih itulah sedikit rasa kegalauan hati yang sedang aku rasakan.

Dengan menulis akun menjadi bisa koreksi diri dan menbuat hati merasa lebih tenang  dan lega, setidaknya kita sudah melampiaskan semua perasaan yang menjadi unek-unek dalam diri kemudian dikeluarkan dan bisa menjadi pelajaran sebisa mungkin kita harus menjadi orang yang tidak rugi, hari ini harus leih baik dari hari kemarin. Untuk kalian teman ku yang merasa bahwa ketahuilah semua yang sudah terjadi bukan kesalahan kalian tetapi itu sudah menjadi kehendak Tuhan.

Kita harus menjadi perantara Tuhan yang baik dan Taat kepada setiap apa yang direncanakan, Tuhan Maha mengetahui dari tangan kita dititipkan sebuah pesan untuk seseorang, lalu mengapa aku harus merasa tidak ikhlas toh itu bukan punya saya merupakan titipan yang sewaktu-waktu bisa datang dan pergi meski tidak diinginkan, dan tidak datang saat kita sangat menginginkannya. Kembali ke Masa Lalu dan Mencoba Memperbaikinya sama artinya kita menyelesaikan semua masalah yang sedang dihadapi sekarang kemudian mencoba untuk Mengikhlaskan semuanya.

Subscribe to receive free email updates: