Cerpen : Jatuh Cinta Berkali-Kali Namun Masih Ragu Memutuskan Menikah ?

Novelrw.Com - Cerpen Jatuh Cinta Berkali-Kali Pada Karakter Yang Sama, Tapi Masih Ragu Untuk Memutuskan Menikah? Pernikahan merupakan permulaan babak kehidupan yang baru. Diawali dengan akad berisi janji kepada Tuhan yang Maha Kasih untuk setia, bertanggungjawab, serta berusaha berbahagia dan membahagiakan kekasih hati. Deretan itu menimbulkan keresahan maupun karena keputusan menikah serupa menentukan jalan kehidupan.

Memberi efek gundah gulana. Dan tak jarang pula, akhirnya menjadi ragu untuk menikahi. Padahal, calon yang dilingkari sudah memiliki kriteria-kriteria unggul. Yang membuat ia jatuh cinta seperti pintar memasak, mandiri, cerdas, pemalu dan berjilbab, misalnya. Tanpa meminggirkan teori sistem kerja otak, sebetulnya kita tahu segala ‘keinginan’ berpusat lagi bermuara di hati.

Sama seperti mengapa kita harus membutuhkan alasan ketika menyukai warna biru, bukan merah atau hitam? Tidak ada alasan riil untuk apa yang kita sukai. Kita tidak bisa mengajukan list berisi alasan logis seperti warna hitam itu gelap dan kamu tipe orang yang suka terang. Malah, hitam dan gelap adalah sinonim yang menunjukkan sisi kelogisan.

Source: google "Sinkronisasi Hati"

Mengapa demikian? Otak memberikan berbagai bentuk output agar bisa dimengerti akal. Bersamaan dengan itu, output halus disuntikkan pada hati yang kita sebut dengan rasa. Cemas, gundah, senang, antusias adalah daftar contohnya. Jadi, otak mirip seperti instruktur yang menentukan kapan seseorang harus logis penuh hati-hati dan kapan mesti nekad bertindak cepat.

Oleh sebab itu, hati dan otak yang bekerja bersama akan memberikan titik tengah dari apa yang kita inginkan. Memproduksi keputusan paling ideal (pas) di hati dan cocok (logis) untuk kondisi kita saat itu. Jadi, kemampuan untuk menikah sudah ada. Lantas apa yang membuat seseorang dapat ditimpa keraguan pada calon yang sudah memenuhi kriteria unggulannya? Berikut bisa dijadikan pandangan.


Kamu belum di titik menyukai dirinya sepenuhnya. 

Catchsmile.com


Akui atau tidak, yang kamu sukai selama ini adalah hal-hal yang membuat matamu tertarik atau terkesan. Bisa itu kecantikan, sifat pemalu, menggemaskan, kecerdasan atau wataknya yang penurut lagi mudah diatur. Bila kamu dapat membawa karakter dirinya yang mempesona itu ke dalam dirimu sendiri, cobalah menelisik sekali ini dengan sangat cermat. Pahamilah dirimu sebelum segalanya terlewat, apa kamu pernah dibuat benar-benar jatuh cinta olehnya?


Terasa olehmu, Tetapi kamu abaikan karena ketegasan atas cinta yang kurang bijak.

http://412teens.org/qna/.images/wrong-person-700px.jpg

Kita sering mendengar syair para pujangga, apa salahnya cinta? Itu benar. Bukan cinta yang salah, tapi cara memahami apakah ini cinta atau tertarik kadang membuat kita malah salah menjatuhkan cinta yang kita punya. Ketika kita berpikir menyukai, maka kita akan begitu. Bahkan, hingga kebiasaannya yang kelewat manja pun dapat dengan mudah diterima.

Lalu, jikalau bisa menerima segala tentang dia, timbullah pertanyaan. Bagaimana? Kok bisa salah menjatuhkan cinta? Sekarang cobalah untuk flashback dan keluar dari ketimpangan ini. Apakah perasaanmu saat itu adalah benar perasaan cinta yang sesungguhnya? Jika tidak, maka tegaslah sebelum semakin salah. Tapi, jika menurut dirimu iya, berarti kamu benar-benar cinta. Lanjutkan! Selanjutnya, kamu perlu semakin serius membaca tulisan ini.


Kamu paham bagaimana sifatnya cinta.



Tapi ketika ada di dalamnya kamu memerlukan seseorang yang mengingatkan. Jadi, adanya poin ini adalah untuk mengingatkanmu bahwa cinta itu emosi yang kompleks. Yang bila kita tarik garis pada grafik, sifatnya akan meledak dengan besar di awal lalu meluap. Semakin lama luapan itu akan makin turun. Pernyataan ini barangkali sudah kamu hapal di luar kepala. Kamu pun terbawa.

Membuat dirimu memahami masalah dengan skema ‘Wajar Jika’. Contohnya, saat hubungan sudah memasuki masa jenuh, biasanya seseeorang akan berkata pada dirinya sendiri, “Oh, wajar jika sekarang begini, begini dan begini.” Nah, itulah yang perlu dibenahi. Bisa saja perasaan yang kamu miliki untuknya adalah perasaan benar cinta, tetapi jadi tidak lagi cinta karena cara mencintai yang selama ini salah di antara kalian. 


Waktu yang berlalu dengan panjang.



Belum dioptimalkan untuk membangun cinta. Cinta itu anugrah kuasa sehingga kita tidak bisa memilih pada siapa hanya boleh jatuh cinta. Jikalau di hatimu masih ada keraguan, pandanglah calon sahabat hidupmu itu, lihat ke dalam dirinya, jika masih kamu temui harapan untuk bertumbuh bersama, maka bangunlah cinta itu meski harus dari nol. Jangan putus asa, banyak pasangan yang bahkan memulai pernikahan tanpa rasa cinta sekali pun, namun bisa membangun cinta yang mesra hingga ajal menjemput.


Kamu bingung memahami pikiran yang tidak selaras dengan tindakan. 



Ketahuilah, cinta itu sifatnya terburu-buru. Aneh saat kamu merasa begitu cinta, tapi ragu untuk menikah dengannya. Tegaslah sebelum semakin salah.


Acuh pada sinyal sang kuda hitam. 

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/78/ea/23/78ea238bcc7e662cd06b282e428f6795--islam-marriage-save-my-marriage.jpg

Ada kriteria yang kamu sepelekan selama ini. Dan ternyata adalah pelecut sakti mandraguna untuk memecut hatimu yang stagnan. Kategori kriteria kuda hitam ini memang tidak masuk dalam kriteria pasangan idamanmu. Dia ada di luar zona fallen in love. Mengapa demikian? Karena kamu membangun konsep jatuh cinta lewat persepsi baik & buruk yang diperoleh dari pembelajaran dan pengalaman hidup. 

Sedangkan, kategori kuda hitam ini lahirnya dari tempat bersarangnya segala perasaan. Hati. Kaitannya dengan gelora, gairah, hasrat, keterikatan, antusias, emosi, simpati, empati, egoisme dan lain-lain. Tugasmu ialah segera mengidentifikasi calon teman hidupmu. Cek dan pastikanlah dengan baik. Adakah kuda hitam itu pada calon pengantinmu? Tanyakan pada diri sendiri, apakah masih antusias menanti pertemuan dengannya? Masih ada gairah tuk mengarungi tahun-tahun kehidupan bersamanya? Masihkah dapati ketenangan kala melihat dirinya tersenyum? Jangan abaikan! Itu tanda yang penting.


Kamu menemukan hasrat.

http://files.queezie.com/images/quizzes/futurelifewedding/post.png

Keterikatan, gairah dan gelora mencinta justru pada orang yang lain? Hm...kisah cintamu cukup complicated. Tenanglah dan merenunglah kembali. Jangan berkeluh kesah. Ini memang normal, tapi bukan berarti kamu bisa dengan mudah dimaafkan. Dalam masalah ini, pasanganmu bisa saja merasa amat kecewa, meski seluruh penjelasanmu masuk akal. Oleh karena itu, ini akan cukup sulit dan tidak mulus. 

Namun, bayangkanlah dengan seluruh dirimu bagaimana tahun-tahun di masa depan (hidupmu) berjalan jika kamu memulai bahtera tanpa ridho dari hatimu sendiri. Ingatlah, penyesalan selalu datang di akhir. Itulah guna mengenali peluang menyesal sebelum melangkah. Mencintai orang lain bisa terjadi karena dia (pasanganmu saat ini) memang bukan orang yang tepat untuk hidupmu atau istilahnya, bukan jodoh. 

Atau jodoh, tapi kamu telah gagal membangun cinta yang sehat dan berkualitas sehingga tidak jodoh. Atau juga, kamulah yang sebenarnya tidak pantas untuk dirinya. Apapun yang sudah terjadi, segera mungkin tegaslah sebelum semakin salah. Kenali dirimu dan jodoh pun akan mengenalimu. Lalu, putuskanlah dengan bijak, Who Will You Marry?

By : Sari Damayanti
Editor : Riko Wijaya

Subscribe to receive free email updates: