11 Alasan Bahagia Menjadi Jomblo (Single)

Novelrw.Com - 11 Alasan Bahagia Menjadi Jomblo (Single) -  Bahagialah Karena Tidak Apa-apa Menjadi Single Bila Alasanmu Secerdas Ini Berapa usiamu sekarang? Dan berapa juga usiamu ketika cinta di hatimu tumbuh? Apakah orang-orang di sekitarmu sudah banyak yang memiliki pacar sedangkan kamu belum? Jangan iri hanya karena sampai saat ini masih menjadi jomblo alam nyata. 

Hal itu dapat dimodifikasi menjadi motif yang memotivasi kamu untuk berkiprah sebagai single teen yang menawan. Karena itu ketika cinta tumbuh, kenapa gejolak itu sebaiknya ditahan? Mari temukan jawabannya. Jangan-jangan beberapa alasan berikut bisa jadi pembelaanmu agar tegar nye-status jones alam nyata!

1. Tidak apa menjadi Jomblo (single) bila demi pendidikan. 


Jika kamu tipe orang yang fokus mengejar sebuah pencapaian, percayalah betapa menakjubkan keseriusan ini. Nanti, tatkala keberhasilan yang didambakan ada dalam genggaman, kamu akan berterima kasih pada dirimu. Kamu telah berjuang begitu hebat karena serius itu menyiksa. Sementara itu, kamu telah emanfaatkan masa muda untuk menempa diri dalam keseriusan. Mengabaikan segala bentuk gangguan termasuk perasaan cinta. Semua itu demi masa depan yang kamu bangun, yang selalu melintas di dalam muatan khayalan kepalamu.


2. Tidak apa menjadi Jomblo (single) bila lebih banyak yang perhatian. 


Punya pacar, tapi hidup terasa sendiri dan sepi? Pacaran sering membuat seseorang terfokus pada dirinya dan pasangan. Tanpa disengaja, ia telah memberi jarak pada hubungannya dengan yang lain. Mengurangi waktunya dengan keluarga semisal bergurau dengan  adik-kakak di rumah oleh karena kesenangan itu sudah diisi oleh sang pacar. Persahabatan pun demikian adanya. 

Lantaran selalu punya agenda untuk nge-date di saat weekend bersama pacar, artinya tidak ada juga quality time bersama sahabat. Padahal, biasanya kamu pergi ke bioskop atau nongkrong bersama sahabat, bercanda, berkelakar dan melakukan banyak kekonyolan lainnya. Sekarang, frekuensinya berkurang. Ajakan temanmu juga sering kamu tolak karena ada objek lain yang menjadi prioritas. Kamu pun menciptakan jarak dan jika berlangsung terus-terusan, temanmu akan berkata, “Masih temenan kita, ya?”


3. Tidak apa menjadi Jomblo (single) bila belum mampu membuat komitmen. 


Kalau kamu menyukai seseorang tanpa ada peletakan komitmen yang jelas, menjadi single itu lebih baik. Apapun yang dimulai tanpa niat yang benar dan komitmen nyata tak akan memberi banyak manfaat. Jadi, lebih baik tegas saja pada diri sendiri. Membawa dirimu sendiri ke dalam keseriusan saja belum becus, bagaimana mau membahagiakan pasangan? Karena itu bentuklah kematangan dirimu dahulu.


4. Tidak apa menjadi Jomblo (single) karena belum menemukan orang yang tepat. 


Untuk memegang komitmen, sepenuhnya kamu telah siap. Namun, Tuhan belum memberi kesempatan untuk bertemu orang yang tepat. Terus saja perbaiki diri daripada memaksakan dirimu menjalani hubungan dengan keterpaksaan. Ibarat kapal pesiar yang terbuat dari susunan kayu dan metal yang kurang baik, kapal itu akan lebih mudah tenggelam. 

Hubungan seperti itu tidak memberi kebahagiaan, kecuali kamuflase saja. Dan yang terburuk dari semuanya, jangan sampai menjalin hubungan dengan orang yang tidak tepat membuat orang yang tepat tidak bisa didapat. Mau untung cepat, tapi malah rugi, kan gawat!


5. Tidak apa menjadi Jomblo (single) bila demi menjaga perasaan. 


Ada yang lebih buruk daripada tidak mendapatkan cinta yakni merasakan patah hati. Tak siapapun ingin menjalin hubungan yang hanya memberi rasa sakit, dikhianati atau dibohongi. Semua penyakit ada obatnya, kecuali patah hati. Apa bagusnya menjalani hari-hari bersama kekasih yang bisanya memberi luka dan mengukir trauma? Jika kenyataannya cinta itu menjadi racun pahit yang terminum, kenapa harus dipertahankan? Logikanya, membahagiakanmu saja dia tak mampu, apalagi menolongmu mengobati trauma perasaan.


6. Tidak apa menjadi Jomblo (single) bila demi menghargai diri sendiri.


Menjadi jomblo itu tidaklah buruk. Kesendirian memang tidak bagus bagi kebanyakan orang. Tapi, ada sebagian orang yang merasa baik-baik saja dengan menjadi sendiri. Mereka cenderung menikmati waktu sendiri dengan sangat baik. Kalau kamu tipe orang yang lebih suka menyendiri, itu bukan karena kamu ingin selalu menutup diri. Kamu justru menyadari bahwa waktu sendiri membuatmu mengenal diri lebih baik. 

Membantumu mengetahui kelebihan ataupun kekurangan diri. Orang yang bertipe seperti ini akan mementingkan waktu kesendirian. Melalui banyak perenungan untuk aktualisasi diri. Sehingga tidak heran mereka selalu yakin serta tahu dengan kuat apa yang mereka kehendaki dalam hidup. Membuat mereka tidak menjadi orang yang serba ikut-ikutan.


7. Tidak apa menjadi Jomblo (single) bila menjauhkan diri dari maksiat. 


Hubungan yang tak halal selain mendorong pada nafsu juga menjauhkan banyak keberkahan. Banyak sekali hal yang dilarang dalam hubungan lawan jenis. Bukannya terlarang, tapi demi tetap terjaga kualitas masing-masing. Memang jatuh cinta itu fitrah, tapi bila tak dikendalikan dengan iman maka akan menjadi fitnah. 

Intinya, hubungan yang belum ada ikrar halal tidak diakui di mata Tuhan. Dengan begitu, kita sama saja membentangkan jarak sendiri antara kita dan Tuhan. Pertanyaannya, apa kita bisa hidup dengan baik ketika jauh dari lingkupan rahmat pencipta semesta?


8. Tidak apa menjadi Jomblo (single) bila demi fokus pada karir. 


Mendapatkan sesuatu memang harus ada pengorbanan termasuk mengejar karir. Pekerjaan yang sesuai minat pasti memerlukan pengembangan diri. Semakin maksimal mengembangkan potensi, maka tingkat keahlian seseorang akan semakin baik. Dengan begitu, karir yang baik pun semakin mudah didapatkan.


9. Tidak apa menjadi single agar tidak terjebak galau. 


Media sosial yang dikerumuni oleh anak-anak muda didominasi update-an status galau. Fenomena mendadak puitis, menderita, dan meratap di media sosial bertebaran di mana-mana. Jikalau memiliki kekasih malah membuatmu semakin galau, itu kerugian besar. Waktu yang ada di hidupmu digunakan untuk memikirkan orang yang belum tentu memikirkanmu. 

Apalagi kalau model pacaran kamu seperti orang autis yang sediki-sedikit melihat gadget karena si doi tidak memberi kabar, misalnya. Belum kalau doi selingkuh biasanya mendadak jadi detektif atau sewa mata-mata saat itu juga. Alhasil, bahkan untuk fokus pada apapun tidak bisa, kan?


10. Tidak apa menjadi Jomblo (single) kalau cerita hidupmu sudah amat bahagia. 


Kita mungkin menyukai cerita drama yang pelik sebagai tontonan. Tapi, hidup dalam drama tak siapapun sudi. Hubungan yang tak sehat atau macet menimbulkan banyak sekali drama. Di awal-awal kisah percintaan berbagai hal manis masih begitu mudah ditemukan. Tetapi, setelah yang manis berubah hambar, masing-masing harus bisa memahami. 

Di sinilah sumber masalah muncul. Banyak hubungan begitu cepat berakhir karena kesalahpahaman. Kurang match, istilahnya. Kalau terus dipaksakan, hubungan itu dapat berkembang menjadi drama film sungguhan.


11. Tidak apa menjadi Jomblo (single) bila demi menyiapkan cinta yang lebih baik. 


Orang yang tengah menjalin hubungan pasti mengalami distraksi dalam pengembangan pribadinya. Komitmennya untuk terus berkabar, memberi perhatian, mengerti apa yang diinginkan pasangan, meladeni pasangan yang merajuk tentu akan menjadi hambatan pikiran. Minimal itu yang terjadi. Dengan demikian, dalam upaya pengembangan diri, hambatan seseorang yang memiliki kekasih akan lebih besar dibanding orang yang menjomblo. 

Di sisi lain, kamu tidak akan bisa menggapai cinta yang baru jika tanganmu masih menggenggam cinta lama yang tidak berkualitas. Orang-orang yang berkualitas pasti akan menjauhimu. Maka, lebih baik menjomblo, mengembangkan pribadi dengan sebaik-baiknya, menjadikan diri akhirnya sesuai untuk orang yang berkualitas pula.


Jatuh cinta memang sulit dihindari. Cinta itu fitrah sekaligus juga ujian dari Tuhan. Karena Tuhan pun menggunakan sebagian manusia lain untuk menjadi ujian bagi kita di dunia. Jomblo pun bukan sesuatu yang mengenaskan. Tetap single dapat menjauhkanmu dari harapan-harapan palsu. Kalau tetap single menyuguhkanmu kesempatan menjadi semakin baik, artinya jones itu jomblo yang happiness, Guys!

Penulis: Ema Leunis
Editor : Rsk

Subscribe to receive free email updates: