7 Pertimbangan Ketika Sabahat Dekat Bilang Cinta Padamu ?

Novelrw.Com - 7 Pertimbangan Ketika Sahabat Tiba-Tiba Bilang Cinta Padamu ?  Kalau Friendzone: Jangan Teriak, “Tidak!” Sambil Berlari Bagi beberapa orang, sahabat itu seperti saudara yang tak sedarah. Tapi, terkadang (sering dijumpai) persaudaraan dalam persahabatan lebih kental dari hubungan darah itu sendiri. Ini bisa jadi anugerah Tuhan. Memiliki orang yang begitu dekat dan siap ada untuk kita adalah hal yang tidak patut disia-siakan. 

Tetapi, dalam persahabatan yang kuat bersilangan gender (cowok-cewek), ikatan yang lebih dari saudara bisa berubah cinta. Pernah mengalami? Nah, bagaimana reaksi kamu saat sahabat tiba-tiba bilang cinta padamu? Flashback di kepalamu mungkin berputar cepat seperti film yang di-rewind berkali-kali. Dan berkat penilaian sucimu padanya, kamu menilai ia tak tulus selama ini, alias semua kebaikan hanya modus mendekati, sehingga kamu langsung menyatakan penolakan cepat terhadapnya. 



Kemudian, menjauhinya seperti kalian berdua adalah asing. Untuk itu, beberapa hal ini patut kamu taruh ke dalam neraca pertimbangan. Karena sebelum memutuskan, berilah makan dulu emosimu. Karena sahabat baik itu pantas sekali mendapat kesempatan atau minimal diperlakukan sebaik-baiknya. Poin-poin ini perlu dipertimbangkan:


1. Dia Pemilik Kunci



Sehari-harinya, sahabat itu sangat dekat denganmu. Kamu bercerita banyak hal padanya. Bahkan kadang melebihi cerita kepada orang tua, saudara dan teman lainnya. Manusia memang dicipta sebagai makhluk sosial sehingga tak ada yang salah dengan tingkah lakumu. Dan kamu adalah serupa tabung yang penuh muatan yang menumpahkan sebagian besar muatannya kepada tabung yang lain. Itulah peran sahabatmu selama ini. 

Menjadi tabung yang siap menganga, menampung segala rahasiamu, dan menguncinya rapat-rapat tanpa membuang muatan itu kepada yang lain. Ditambah, ia sangat menghormatimu. Saking tinggi penghargaan padamu, ia tidak membagikan kunci rahasiamu pada siapapun. Dan benar-benar mulia sebagai sosok penyimpan muatan (sampah) hidupmu, sementara kamu membuang muatan itu layaknya beban rongsokan. Tulus sekali, kan? Apa mungkin ada yang bisa melakukan hal yang sama untukmu?


2. Suci kemunafikan



Kalian sering bersama. Menghabiskan waktu yang lamban sehingga terasa cepat. Mengobrol apa saja hingga diam terasa salah. Berhumor gila-gilaan sampai sakit perut seperti ditonjok. Perputaran waktu yang bergerak, segala peristiwa yang kalian lewati, menjadikan kalian saling mengenal dengan baik. Kalian sama-sama tahu letak dan presisi kekurangan masing-masing. Ibaratkan kendi, semua celah itu tidak menjadi bolong besar dalam persahabatan kalian. Justru mampu kalian tambal dengan tangkai atau daun-daun bunga sehingga nampak indah.

Ia melakukan bukan karena ada maunya. Di saat sulitmu, ia sampai mendahulukan dirinya hanya demi membantumu. Sebab kamu adalah dia, sehingga ia akan menolak berkamuflase kepada dirinya sendiri. Maka dapat dipastikan ketulusannya yang bisa menerima kamu apa adanya, telah dibuktikan dengan keterbukaan, keramahan, kesediaan dan kerelaan tanpa pamrih.


3. Stop Menyalahkan



Jatuh cinta bukan sebuah kesalahan. Walaupun persahabatan kalian jadi berbelok arah, tapi itu bukan salahnya. Bukan juga salahmu yang mengizinkannya begitu dekat. Jika perasaan itu baik, bisa saja itu skenario pemegang takdir. Dan kalaupun nanti (hubungan kalian berdua) tidak berhasil, masing-masing akan memperoleh pelajaran. Jadi tidak ada yang perlu menghindar. 

Karena tidak seorang pun menghendaki terjadi kesalahan. Tak seorang pun pula punya kuasa penuh kepada siapa ia jatuh cinta. Dari pada karena sibuk menyalahkan siapa, jadi membuat sahabat menjauh atau kamu menghindarinya, lebih baik biarkan berjalan natural saja. Jika sahabatmu sosok yang baik, apa salahnya menerimanya.


4. Kesederhanaan yang hebat



Tahukah bila sahabatmu menjadi pendampingmu bagaimana jadinya? Kalian tak akan lagi memerlukan PDKT (pendekatan). Masa pendekatan adalah masa paling bertopeng dalam dunia kasmaran. Akan tetapi, dengan sahabat sendiri, kamu akan lebih leluasa menjadi dirimu sendiri sedari awal. Tidak perlu menutupi kebodohan-kebodohan lagi. Tidak perlu melakukan treatment aneh dan berlebihan untuk mendongkrak dirimu. 

Dia sudah tahu bagaimana dan siapa kamu jadi, percuma saja buat jaim-jaiman. Tak perlu juga bertingkah cari muka di depan keluarganya karena sebelumnya kamu sudah terbiasa bertandang ke rumahnya. Jadi, hubungan dengan sahabat akan dimulai dengan kesederhanaan diri (bukan menyederhanakan kualitas diri). Bagi saya itu lebih mahal. Ketika seseorang bisa tampak sederhana di mata kita, berarti kejujurannya terkandung juga pada perbuatan. Kejujuran itu sederhana, dan yang sederhana itu berawal dari apa adanya. 


5. Sosok serba Paling



Di depan orang lain, kamu mungkin seperti sebuah lembar kertas dalam amplop, tetapi di depan sahabat, kamu adalah buku yang terbuka. Membuat ia mengetahui segalamu. Dia yang paling tahu apa kesukaan. Dia tahu juga apa yang kau benci. Dia dapat membaca air mukamu yang marah, meski kau sembunyikan. Ditambah lagi, dia pun tahu bagaimana menghadapimu ketika kamu dalam mood yang buruk. Begitulah, dia menjadi sosok yang paling mengerti dirimu. Menyenangkan dan menenangkan seseorang sebagian besarnya adalah tentang teknik. Dan ia sudah melakukan itu lebih dulu dari orang lain.


6. Perjuangannya Sungguhan



Kekhawatiran pada hubungan yang berat sebelah seringkali terjadi. Beberapa pasangan menjadi khawatir akan kesetiaan. Apalagi jika hubungan sudah masuk usia bukan muda. Namun, untuk sahabat sendiri, yang kamu kenal baik kepribadiannya, kamu bisa menaksirkan seberapa kesungguhannya. Ia tentu sudah lama menyukaimu. Memendam sebongkah perasaan tanpa kamu ketahui. Tentu saja itu tidak mudah. 

Ditambah lagi kebersamaan di antara kalian membuat ia semakin sulit menjauhkan diri. Semakin kebergantungan. Dapatkah kamu membayangkan seberapa kadungnya sahabatmu? Jika kamu menjadikannya pendamping hidup, kecil kemungkinan ia akan menyia-nyiakanmu. Lantaran, ia sudah tahu betul seberapa sulitnya memperjuangkanmu. Bayangkan saja, untuk sekedar jujur padamu, ia harus bersedia menelan segala risiko, seperti persahabatan menjadi penuh riskan. Jika sahabatmu sangat menyukaimu, dihindari olehmu adalah kerugian besar.


7. Cinta sejati



Mengetahui apakah si A adalah tepat untuk diri, tentu saja bukan pekerjaan mudah. Tetapi, semua tindakan sahabat sejatimu selama ini, pasti merefleksikan seluruh dirinya untukmu. Mungkin di luar sana ada beberapa orang yang bisa memberimu barang-barang dengan harga mahal. Atau apa saja yang membuatmu senang pada kemewahan dan kepunyaan. Akan tetapi, coba lihatlah sahabat sejatimu di pojokan sana. 

Yang memaksamu tertawa dengan gurauan basi, tak peduli betapa ia nampak bodoh dan konyol, yang menjaga namamu dari celaan tanpa kamu ketahui, tak peduli kamu tahu atau tidak, yang mendengarkan segudang keresahanmu, tanpa menghakimi apa kau salah atau benar. Dia mungkin belum tentu menjadi siapa-siapa, belum pasti juga menjadi pendampingmu di masa depan, tapi sahabat sejatimu dapat menjadi role model (figur) cinta sejatimu.  


Itulah hal yang seperlunya kamu pertimbangkan ketika sahabat memiliki perasaan serius padamu. Tak perlu merasa aneh mengapa ia jadi begitu, apalagi mendadak skeptis dan teriak tegas tidak padanya, terlebih menarik diri, memutuskan persahabatan kalian yang berharga itu. Sikapilah dengan baik dan sewajarnya. Kadangkala, yang dekat sering tak terlihat karena yang dekat itu membawa nilai yang begitu besar. Sementara, yang jauh nampak jelas, karena apa yang dibawanya tak sebesar jangkauan bola mata.


Penulis: Ema Leunis
Editor : Rsk

Subscribe to receive free email updates: