9 Tanda Kalau Kamu Terjebak Friendzone

Novelrw.Com - Kenali 9 Tanda Kalau Kamu Terjebak Friendzone Persahabatan memang tidak mengenal status perkelaminan (read:Gender). Justru dalam beberapa hal, persahabatan lawan jenis lebih menyenangkan. Karena sifat, pola pikir dan kecenderungan keduanya yang berbeda, persahabatan lintas gender dapat dengan mudah mengisi. Tak jarang pula, kenyamanan mengenal satu sama lain tanpa sadar membuatmu berharap mampu membawa sahabatmu ke level lebih tinggi.

Namun, apa jadinya kalau harapan itu tak semulus harapanmu? Dengan kata lain, ekspektasimu tentangnya rupanya ketinggian. Dia juga menganggapmu lebih dari sekedar teman: sahabat terbaik sepanjang masa? Buruk sekali, ya! Makanya sebelum terbawa perasaan, pastikan dulu apakah tanda-tanda terjebak friendzone “sebatas teman” ada di antara kalian.

1. Dia tidak melakukan effort

Gambar-kata-kata.com

Kamu dan sahabatmu seringkali dapat merasakan fun dan nyaman, salah satunya mungkin karena background profile kalian yang berbeda. Semisal dia adalah anak sastra sedangkan kamu anak IPA atau teknik. Topik yang berbeda saat ngobrol jadi sparing ilmu. Alhasil sesi ngobrol santai kalian pun serasa lebih berfaedah ketimbang gossip nyinyir yang nirmakna.

Namun, jika sekali pun dia tidak pernah berani untuk menyelami kesukaanmu, artinya tidak terlintas di pikirannya untuk memasuki duniamu. Ia sudah nyaman dengan hubungan kalian yang sebatas sahabat. Dan tidak ada keinginan dari dirinya untuk berusaha membuatmu lebih penting dari itu. Sabar, ya....



2. Gebetan online

Trivia.id

Komunikasi virtual memang amat berguna untuk menjaga agar kalian tetap terhubung kapan dan dimana pun. Dia juga selalu membalas teksmu. Membuatmu merasa dianggap, sehingga kamu berani berasumsi “pantas” untuk lebih dari sekedar teman. Tapi, apakah kamu juga sudah memastikan bahwa dia tidak mengirim teks kepada yang lain? Apakah kamu juga sadar emot-emot lucunya juga dia kirimkan pada yang lain? komunikasi yang intens belum tentu berarti kamu lebih di matanya. Apalagi kalau dia memang tipe ramah dan baik hati.

Kalau kamu sudah tahu dia juga sering berkomunikasi dengan lawan jenis lainnya, lebih baik tahan pikiran ge-er mu itu. Apalagi kamu tahu dia punya pacar. Lagipula, jangan mengondisikan dirimu sendiri sebagai gebetan online. Sudah online, sepihak lagi! Tunjukkan secara nyata kalau perasaanmu itu pantas untuk kalian berdua perjuangkan. Tidak ada salahnya kan persahabatan bersambung ke pelaminan?


3. Kencan Group

Vebma.com

Pergi keluar berdua dengannya pasti membuatmu girang bukan main. Dia mengajakmu untuk makan. Merayakan keberhasilannya dalam suatu hal. Atau sedang bosan dan ingin ditemani olehmu. Tapi ternyata ketika kamu datang, rupanya dia mengajak rombongan—entah itu sahabat atau adik-kakaknya. Yang kamu harapkan romantis date, eh malah touring.

Akan tetapi, masih ada harapan. Jika ia perempuan pemalu dan baik-baik, mungkin dia tidak ingin ada rumor aneh tentang kalian. Atau dia sebenarnya ingin mengenalkanmu kepada sahabatnya. Jangan salah, perempuan mempercayai sahabat mereka lebih dari hubungan darah. Ini beneran ada, loh! Dan dalam situasi ini, ia menghendaki sahabatnya untuk memata-mataimu. Tujuannya untuk menjawab pertanyaan berikut:
  • Apakah kamu juga menyukainya seperti dia menyukaimu?
  • Atau, adakah sedikit tanda kalau kamu juga menyukainya?
  • Lainnya, apakah ia bisa cocok denganmu?
Yang sebaiknya kamu lakukan, tetap positif saja. Kalau cinta, jangan kebanyakan ragu.      


4. Siapa kamu

Life.idntimes.com

Satu lagi alasan agar kamu tidak gampang besar kepala. Perhatikanlah bagaimana caranya memperlakukanmu di depan temannya atau keluarganya. Jika dia benar punya perasaan untukmu, lisannya tidak akan secara tegas mengenalkanmu sebagai teman, kawan, atau.... sahabat terbaik, duh! Orang yang jatuh cinta akan senang saat hubungan kalian yang belum resmi sudah dikompor-komporin oleh orang lain. Itu karena adanya potensi bahwa kalian punya ikatan atau chemistry yang bisa dibaca orang.
  • Apalagi kalau temanmu menanggapinya begini, “Kalian cocok banget deh kalau jadian!”
  • Tapi, dia dengan ringannya menjawab, “Tidak. Kami memang sudah berteman sejak lama. Dia memang sahabat terbaik.”
  • Masih ada yang lebih buruk dari ini, yaitu dia terang-terangan menyebutmu adik/kakak di depan umum.

5. Tempat Urgent

Bonitabercelotteh.wordpress.com
Menjadi tempat curhat, mengetahui banyak rahasianya, mendengar keluh kesahnya mungkin sudah menjadi makanan harian bagimu. Dan kamu menerima itu semua tidak hanya sebatas sesi mengobrol, tapi pekerjaan untuk mengobati. Dia yang mempercayakanmu lebih dari yang lain, membuatmu merasa dihormati, dipentingkan, diutamakan dan tak jarang pikiran ngarepmu begitu percaya kalau kamu diistimewakan.

Ketika curhatan itu hanya berisi tentang dirinya, masalah hidupnya, mantannya, atau orang yang dia sukai, siap-siap lampu kuning, guys. Apalagi dia selalu menghindar ketika kamu menyinggung hubungan, kedekatan, ketidak-kebetulan yang menimpa kalian, itu bermakna lampu merah buatmu. You’re really get friendzone!



6. Nihil Aksi

Ributrukun.com
Seberapa banyak dia menghiburmu? Seberapa sering dia membantumu? Apakah dia suka menjahilimu? Menggodamu dengan gurauan yang membuatmu tertawa? Rasanya saat itu kamu merasa dia ideal untukmu. Tingkahnya atau apapun yang dilakukannya untukmu membuat sukses baper to the max. Tapi, kalau sampai ribuan hari dia tidak juga  menyatakan serius perasaannya terhadapmu, ya mau apa ya? Apa butuh ratusan bulan menunggu daun terakhir gugur demi mengetahui does he/she love you back? Hmmm.... Friendzone, sih! Hiihihihi....



7. Penasehat

Brilio.net

Saat kamu bermaksud mengkode secara terselubung lewat kisah-kisah percintaan dramatis, riwayat picisan tragis, rekor parah PHP atau tetesan kering romansa, dia justru memberimu nasehat-nasehat percintaan. Memberi saran dan menyemangati tentu saja tidak salah. Tapi, kalau nasehat itu ke arah memberimu tuntunan menemukan pendamping, alih-alih ikutan pula mencarikanmu pasangan! Ya sudahlah, terima saja, kamu berada dalam area friendzone. Sebab, jikalau dia benar punya perasaan sama sepertimu, ia akan terang-terangan menawarkan dirinya saat itu. Bukan membuatmu ditarik-ulur terus-terusan.


8. Cuek

Belajardrcinta.com

Awalnya hubungan kalian terasa menyenangkan. Dia juga memberi perhatiannya padamu. Tapi, semakin bergulirnya waktu, dia membalas pesanmu lama dan singkat. Mungkin, awalnya dia memang memberi perhatian karena merasa tidak enakan denganmu. Hanya sesederhana itu? Ya, namanya juga sahabat. Dia tidak mungkin memperlakukanmu seperti orang asing, kan? Kemungkinan lain, dia sebenarnya merasa penasaran terhadapmu di awal. Namun, makin ke sini, penasaran itu menghilang. Entah karena tidak menemukan hal yang menarik di dirimu atau memang sejak awal tidak tertarik denganmu. Dia hanya ingin bersahabat saja. Tapi, bisa juga ia sudah lama menyukaimu, dan sekarang menyerah bertahan.


9. Mementingkan persahabatan

Beritapenting.com
Ketika kamu menunjukkan tanda-tanda nyata betapa kamu menyukai dia, ternyata sebelum kamu nyatakan perasaan itu, dia sudah memberikan pernyataan tertutup. Dia menghargai persahabatan kalian sebagai sesuatu yang amat berharga. Dan tak mau persahabatan itu rusak. Dengan demikian, jelas sudah nasibmu. Friendzone, sih! Hihihi.... tapi, ada baiknya jangan mengurungkan niatmu. Tetaplah mengatakan yang sebenarnya. Karena jatuh cinta itu memang bukan pilihan. Itu takdir. Sementara, menentukan lanjut atau tidak, itu pilihanmu.

Friendzone sebenarnya bukan masalah jika salah satu tidak mengharapkan lebih. Namun, bukankah persahabatan itu juga tidak pernah diawali janji berteman selamanya? Istilah hanya teman (friendzone) memang hanya istilah. Tidak sakti, bukan kutukan. Aneh kalau kamu ketakutan bila persahabatan akan rusak hanya karena sebuah istilah. Persahabatanmu bukan dibangun dengan kumpulan quote, bukan? Melainkan, kesediaan bersama untuk saling menopang dan meninggikan.

Apalagi ‘istilah hanya teman’ menghambatmu mencintai sahabatmu. Ada sebuah petuah yang baik yaitu tidak semua cinta bisa menjadi sahabat, tapi sahabat bisa menjadi cinta yang baik. Nah, sebenarnya rugi ya nolak sahabat? Peace XD. Jadi, kalau tidak mau terjebak friendzone, jangan pendam lama-lama. Hhehehe, sekian!

Penulis: Ema Leunis
Editor : Rsk

Subscribe to receive free email updates: